Di Balik CD Smack Down
Aku baru sadar kalo bapak beli CD itu sebenarnya agar diriku tidak jadi anak
yang cengeng, lemah, kemayu, bahkan mungkin secara sadar beliau takut dengan
segala faktor tontonan lain kala itu seperti Telenovela Amigos, dan arus
Boyband yang begitu masif membuat ku "belok".
Aku terlalu
sering berburuk sangka pada beliau, meski untuk beberapa hal kecil yang tak
terlihat dan tak ku sadari atau bahkan tak ku syukuri.
Dibalik tontonan yang menurut KPI, KPAI, dan Kemkominfo tak
laik tayang dan ditonton untuk anak seusiaku waktu itu, bapak sudah jauh-jauh
hari memprediksi ancaman terhadap ku.
Dengan posisi ku sebagai anak bungsu laki-laki satu-satunya
dalam keluarga, memiliki ke dua kakak perempuan, dan lebih jauh dari itu
tetangga persis di depan rumah kurang lebih punya komposisi gender dan urutan
yang sama dengan berisikan ayah, ibu, anak perempuan, anak perempuan, dan
bungsu laki-laki. Dan Bapak melihat dampak langsung dari kurangnya pencegahan,
penanganan, atau didikan yang mungkin kurang diperhatikan sebagai seorang anak
laki-laki dari mereka.
Lebih tepatnya pencucian otak, mendidik seorang lemah seperti
ku menjadi seorang lelaki.
Dan memang sebagai seseorang yang dalam tanda kutip lelaki
kemayu pada usia dewasa, biasanya dari kecil sudah terlihat tanda - tada atau
ciri - cirinya.
Ah, sungguh tak tau diri, tak tau diuntung saya ini.
Aku pun sempat beranggapan doktrin CD Gulat ini sebagai
doktrin kekerasan (meskipun ada benarnya) tapi di balik semua itu, secara tak
ku sadari bahwa Bapak adalah seorang psikolog yang visioner.
Thanks Dad, You are The Goodfather.